Arsip Kategori: makalah perpustakaan

Peran Perpustakaan LSM/NGO dalam Membangun Peradaban Bangsa
Oleh: Tarto

Keberadaan perpustakaan tidak dapat dipisahkan dari peradaban dan budaya umat manusia. Tinggi rendahnya peradaban dan budaya suatu bangsa dapat dilihat dari kondisi perpustakaan yang dimiliki. Hal itu karena ketika manusia purba mulai menggores dinding gua tempat mereka tinggal, sebenarnya mereka mulai merekam pengetahuan mereka untuk diingat dan disampaikan kepada pihak lain. Mereka menggunakan tanda atau gambar untuk mengekspresikan pikiran dan/atau apa yang dirasakan serta menggunakan tanda-tanda dan gambar tersebut untuk mengkomunikasikannya kepada orang lain. Waktu itulah eksistensi dan fungsi perpustakaan mulai disemai. Penemuan mesin cetak, pengembangan teknik rekam, dan pengembangan teknologi digital yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi mempercepat tumbuh-kembangnya perpustakaan. Pengelolaan perpustakaan menjadi semakin kompleks. Dari sini awal mulai berkembang ilmu dan teknik mengelola perpustakaan.

Perpustakaan sebagai sistem pengelolaan rekaman gagasan, pemikiran pengalaman, dan pengetahuan umat manusia, mempunyai fungsi utama melestarikan hasil budaya umat manusia tersebut, khususnya yang berbentuk dokumen karya cetak dan karya rekam lainnya, serta menyampaikan gagasan, pemikiran, pengalaman, dan pengetahuan umat manusia itu kepada generasi-generasi selanjutnya. Sasaran dari pelaksanaan fungsi ini adalah terbentuknya masyarakat yang mempunyai budaya membaca dan belajar sepanjang hayat.
Dalam Undang-Undang Perpustakaan No 43 Tahun 2007 Pasal 1 ayat 1 manyatakan Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi
para pemustaka. Di Undang-Undang Perpustakaan Pasal 1 ayat 7 menyatakan bahwa Perpustakaan khusus adalah perpustakaan yang diperuntukkan secara terbatas bagi pemustaka di lingkungan lembaga pemerintah, lembaga masyarakat, lembaga pendidikan keagamaan, rumah ibadah, atau organisasi lain. Pada hal ini perpustakan LSM/NGO termasuk perpustakaan khusus.
Menurut Undang-Undang Perpustakaan NO 43 Tahun 2007 Pasal 25 yang berbunyi ”Perpustakaan khusus menyediakan bahan perpustakaan sesuai dengan kebutuhan pemustaka di lingkungannya”. Perpustakaan khusus memberikan layanan kepada pemustaka dilingkungannya dan secara terbatas memberikan layanan kepada pemustaka di luar lingkungannya. Pemustaka adalah pengguna perpustakaan, yaitu perseorangan kelompok orang, masyarakat, atau lembaga yang memanfaatkan fasilitas layanan perpustakaan. Kegiatan membaca bagi masyarakat di Indonesia menjadi semakin bermasalah di tengah maraknya era multimedia. Ketidaksukaan seorang anak akan buku bacaan seringkali disebabkan karena anak belum mengerti manfaat membaca buku. Oleh karena itu, peran perpustakaan LSM/NGO sangat diperlukan untuk sarana perpustakaan yang mudah dijangkau murah, dan bermutu. Yang nantinya memberikan pengertian akan pentingnya membaca buku.

Perpustakaan Simbol peradaban seperti dikatakan Kepala Perpustakaan UIN Suska Riau Drs Suhaimi D MSi menyebutkan, dalam sejarah Islam, perpustakaan merupakan simbol peradaban. Majunya peradaban Islam ketika itu ditandai dengan banyak diterbitkannya buku oleh ulama. Perpustakaan yang dibuat megah oleh Pemerintah Provinsi Riau, ini merupakan langkah maju bagi daerah ini, apalagi Riau dicetuskan sebagai Pusat Kebudayaan di Asia Tenggara.( Riaupos(25/3/2008)

Peran perpustakaan sebagai ruang dialog yang melampaui batas-batas ruang dan waktu. Pada aras konteks, perpustakaan pun akan melintas-lintas pada dunia realitas dan maya, dan antara dunia lokal dan global. Perpustakaan sebagai ruang dialog peradaban dan yang bermain dalam proses modal komunikasi, dengan demikian, memiliki fungsi jelas dalam sistem sosial. Perpustakaan menjadi penanding budaya konsumtif yang serba instan hasil dari logika pasar neo-liberal. Perpustakaan tak hanya menyediakan segepok informasi, namun menyodorkan berbagai alternatif untuk sebuah agenda rekonstruksi kebudayaan. Dalam artian ini, maka peran perpustakaan LSM/NGO adalah sebagai agen dalam proyek strategi kebudayaan.
Proyek strategi kebudayaan ini menyebabkan perpustakaan tak hanya digunakan untuk pelayanan institusi pendidikan semacam universitas dan sekolah, namun mesti hadir sebagai mediasi dalam proses komunikasi sosial masyarakat. Perpustakaan LSM/NGO tak hanya bermanfaat untuk para pelajar dan mahasiswa, namun penting pula bagi masyarakat luas terutama kaum Masyarakat di daerah terpencil, terisolasi atau terbelakang akibat faktor geografis berhak mendapatkan layanan perpustakaan sesuai dengan kondisi setempat
Perpustakaan LSM/NGO akan memiliki fungsi sebagai pencatat peristiwa, merefleksikan dan menyediakan ruang imajinasi untuk membangun Peradaban bangsa kedepan yang lebih baik. Bagaimana membuka dan melekatkan kembali perpustakaan dengan dinamika masyarakatnya. Perpustakaan tak berdiri megah, terisolasi dari dunia sosial, namun turut aktif mendokumentasikan dan mensosialisasikan problem-problem dan solusi sosial. Pada tataran ini, maka perpustakaan mesti dikelola dengan manajemen yang baik, sehingga perpustakaan tak hanya bersangkut dengan sekedar pinjam-meminjam buku, namun mesti pula menunjukkan dan sekaligus mengajak masyarakat untuk memiliki kesadaran sejarah. Kesadaran sejarah menjadi basis bagi orientasi nilai dan tindakan dalam strategi kebudayaan.
Membangun perpustakaan ideal di era global pun jelas, mesti merekonstruksi fungsi perpustakaan di atas konseptual dan praktis. Pada aras konseptual, perpustakaan yang berfungsi historitas-mediasi dalam sistem sosial menggiring peran, bahwa perpustakaan sebagai agen dalam strategi kebudayaan. Perpustakaan akan menyediakan informasi untuk kerja-kerja refleksi masa lampau, masa kini dan pembayangan tentang masa depan.
Perkembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi bagi pengelola perpustakaan dapat membantu pekerjaan di perpustakaan melalui fungsi otomasi perpustakaan, sehingga proses pengelolaan perpustakaan lebih efektif dan efisien. Fungsi otomasi perpustakaan menitikberatkan pada bagaimana mengontrol sistem administrasi layanan secara otomatisl terkomputerisasi. Sedangkan bagi pengguna dapat membantu mencari sumber informasi yang diinginkan dengan menggunakan catalog on-line yang dapat diakses melalui internet, sehingga pencarian informasi dapat dilakukan kapan dan dimanapun ia berada.
Idealnya, setiap perpustakaan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi untuk mendukung pengelolaan koleksi perpustakaan. Diperlukan beberapa perangkat untuk pengelolaan perpustakaan berbasis Teknologi Informasi. Penerapan teknologi informasi untuk manajemen perpustakaan menjadi keharusan dalam kerja-kerja jaringan. Cukuplah orang bisa memesan buku memperpanjang, peminjaman buku via internet. Maksimalisasi pelayanan perpustakaan dengan demikian akan semakin memudahkan perpustakaan masuk pada dunia sosial kemasyarakatan.
Perpustakaan bukan lagi ruang yang kosong, tumpukan rak, pinjam-meminjam akan tetapi perpustakaan akan berisi pergerakan sosial yang di dalamnya ada komunitas berbagai minat pembaca buku yang nantinya akan mendiskusikan dan menghasilkan gagasan-gagasan yang cemerlang untuk membangun peradaban bangsa dan bahkan bisa menjadi kontrol sosial di masyarakat. Perpustakaan hanya akan menjadikan fasilitator antara pecinta buku dengan pembaca lainnya. Dengan demikian peradaban bangsa akan terbentuk dari perpustakaan LSM.
Gagasan konseptual tersebut akan dapat terlaksana jika kerja-kerja praktis manajemen perpustakaan juga mengalami rekonstruksi. Perpustakaan sebagai historitas-mediasi akan tercapai jika perannya semakin kuat pada konteks, baik dunia relaitas- maya dan dunia lokal-global. Perpustakaan LSM/NGO tidak sekedar pelayan informasi sebuah institusi pendidikan, namun perpustakaan LSM/NGO mesti menjadikan sebuah pergerakan yang didalamnya sebagai kontrol sosial, agen pencerah dan penentu orientasi tindakan untuk membangun peradaban bangsa yang lebih baik.

SLIMS Community Meet Up & Seminar

 

SLIMS Community Meet Up & Seminar

Anda ingin tahu Perkembangan teknologi informasi perpustakaan? Mobile, Cloud, RFID, Copycataloging? HOT Issue tentang perkembangan SLiMS? dan konsep SLiMS ke depan? Bagaimana peran perpustakaan dan pustakawan dalam pengelolaan teknologi informasi serta apa kompetensi yang dibutuhkan terkait perkembangan teknologi dalam memenuhi kebutuhan informasi pemustaka? Ikuti Seminar dan Community Meetup dengan tema “”SLiMS Community Meetup: Building Community, Building Librarian Competency – Membangun Komunitas, Membangun Kompetensi Pustakawan””

Detail acara:

Seminar 1 desember 2012 jam 8.00 sd 12.00)
1. Sesi 1 Arie Nugraha (Perkembangan teknologi terkini dan imbasnya terhadap perputakaan (cloud, mobile, pertukaran data, RDA, open access dll)

2. Sesi 2 Farli Elnumeri (Ketua Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi), tuntutan kompetensi pustakawan di era pesatnya teknologi informasi

3. Sesi 3 Hendro Wicaksono (konsep SLiMS ke depan, perkembangan SLiMS terbaru dan interoperabilitas SLiMS)

Community Meetup SABTU 1 Desember 2012 pukul 13.00 sd 17.00
Dengan tema : Temu komunitas Presentasi komunitas dan produknya Coding/hacking/sinau bareng Flashmob “SLiMS for Us”

Community Meetup MINGGU 2 Desember 2012 08.00 sd 12.00
Dengan tema : Presentasi produk selama hacking bareng, konsolidasi dan penutupan

daftarkan diri anda di http://slims.web.id/register/

Undanganklik udangan+poster-Susunanacara

HIBAH KOMPETITIF PENELITIAN BIDANG KEPUSTAKAWAN BAGI PUSTAKAWAN

HIBAH KOMPETITIF PENELITIAN BIDANG KEPUSTAKAWAN BAGI PUSTAKAWAN 17 Juni 2010

Perpustakaan Nasional RI kembali menyelenggarakan “Hibah Kompetitif Penelitian Bidang Kepustakawanan bagi Pustakawan”. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya pengembangan kemampuan pustakawan yang lebih diarahkan untuk menciptakan inovasi dan pengembangan bidang pustakawan.

Kegiatan ini juga diselenggarakan didasari akan pentingnya kompetensi penelitian bagi pustakawan. Pada tahun 2010 ini, Perpustakaan Nasional RI akan memilih 3 (tiga) proposal penelitian terbaik. Ketiga proposal tersebut dipilih melalui proses seleksi.

Masing-masing proposal akan diberikan bantuan biaya penelitian sebesar Rp 22.000.000,-. Bagi Pustakawan yang berminat agar mengirimkan proposal penelitiannya ke panitia untuk dinilai oleh tim seleksi. Proposal dikirimkan ke alamat Bidang Pengkajian dan Pengembangan Pustakawan Perpustakaan Nasional RI Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta Pusat.

Dalam proses seleksi bila dirasa perlu pustakawan akan diundang untuk memaparkan usul penelitiannya di hadapan tim seleksi. Dalam brosur kegiatannya disebutkan proposal penelitian yang diterima adalah bidang kepustakawan dengan topik sebagai berikut : 1) kompetensi pustakawan, 2) butir-butir kegiatan pustakawan dalam jabatan fungsional, 3) pustakawan dan teknologi informasi dan komunikasi, 4) aplikasi teknologi informasi dan komunikasi, dan 5) penghasilan pustakawan. Penilaiannya meliputi kriteria : luaran / proses dan produk (20%), tinjauan pustaka (25%), metode penelitian (30%) dan kelayakan (10%). Pengiriman proposal paling lambat diterima panitia sampai dengan tanggal 15 Juli 2010.

Diharapkan proses seleksi sudah selesai tanggal 21 Juli 2010. Untuk informasi lebih lanjut dapat diakses melalui webbsite http://pnri.go.id atau http://pustakawan.pnri.go.id. atau contact person Titiek Kismiyati HP 081511039781 email titikis@yahoo.com.

sumber:  http://perpustakaanbali.org/index.php?load=berita&opti=detail&id=215

Instalasi library YAZ di PHP

Instalasi library YAZ di PHP Pada SENAYAN 3 Stable 10, saya menambahkan kemampuan untuk mengambil data melalui protokol Z39.50 pada modul Bibliography (Pengatalogan). Fitur ini memanfaatkan library PHP YAZ. YAZ sendiri adalah sebuah library untuk bahasa C yang dapat digunakan untuk membangun aplikasi server dan klien protokol Z39.50/SRW/SRU. Untuk lebih lengkapnya silahkan anda arahkan browser kesayangan anda ke laman resmi YAZ. Fitur Z39.50 di SENAYAN 3 Stable 10 diharapkan akan semakin memudahkan pustakawan untuk mengambil data langsung ke database online Library of Congress yang kesohor itu.

Cukup masukan nomor ISBN, tunggu proses pengambilan data selesai, apabila berhasil anda tinggal memilih data mana yang akan dimasukkan ke dalam database SENAYAN anda. Hidup pustakawan semakin mudah kalau pakai SENAYAN hehheeheee :). Untuk yang belum mengetahui apa itu protokol Z39.50, Z39.50 adalah protokol klien server berstandar internasional (ISO 23950) untuk penelusuran dan temu kembali informasi antar komputer.

Penerapan protokol ini memungkinkan beberapa institusi untuk saling bertukar data, menelusur dan menemukan kembali data (biasanya rekod bibliografis/katalog koleksi perpustakaan) dengan antar muka yang sama dan teknik penelusuran yang sama. Untungnya pengembang YAZ juga mengembangkan extension library YAZ untuk PHP.

Untuk menginstall dan mengaktifkan library YAZ di PHP caranya cukup mudah : Windows Unduh/download versi terakhir php_yaz.dll di repositori PHP YAZ dan kopi ke folder/direktori extension PHP anda. Misal anda menginstall PHP di C:\php, maka kopi file php_yaz.dll ke direktori C:\php\ext. Unduh/download versi terakhir YAZ toolkit dan lakukan instalasi. Masuk ke direktori instalasi YAZ anda (biasanya terletak di C:\Program Files\YAZ\bin) dan kopi 4 file DLL (atau biar gampang semua file DLL juga boleh :D) yang ada di dalamnya ke direktori C:\WINDOWS\system32 dan C:\WINDOWS\system.

Bisa juga apabila anda menggunakan web server Apache, kopikan semua DLL-nya YAZ ke folder bin-nya instalasi Apache. Buka file konfigurasi PHP anda (php.ini) dan tambahkan atau hilangkan tanda ;(titik koma) baris yang bertuliskan seperti ini : extension=php_yaz.dll Restart web server anda untuk menyelesaikan proses instalasi dan setup dan kemudian cek dengan script apakah library YAZ sudah terinstall dengan baik. GNU/Linux atau varian UNIX Download source code rilis stable YAZ terbaru. Download source code rilis PHP YAZ terbaru. Pastikan compiler GCC, make, libtool dan tools development lainnya sudah terinstall di sistem anda.

Buka console/terminal, ekstrak file tarball YAZ dengan menggunakan perintah tar xvzf yaz-3.0.47.tar.gz dan kemudian masuk dalam direktori hasil ekstraksi YAZ dengan perintah cd yaz-3.0.47 . Jalankan perintah-perintah berikut secara berurutan : ./configure –prefix=/usr make sudo make install Ekstrak tarball PHP YAZ dengan perintah tar xvzf php-yaz-1.0.14.tar.gz dan kemudian masuk ke direktori hasil ekstraksi dengan perintah cd php-yaz-1.0.14 . Pastikan anda memiliki program phpize, bila tidak silahkan lakukan instalasi melalui perintah sudo apt-get install php-dev untuk distro Debian dan turunannya atau yum install php-dev untuk distro distro turunan Red Hat. Jalankan perintah-perintah berikut secara berurutan : phpize ./configure –with-php-config=/usr/bin/php-config make sudo make install Buka file konfigurasi PHP anda (php.ini) dengan editor teks favorit anda dan tambahkan atau hilangkan tanda ;(titik koma) pada baris yang bertuliskan seperti ini : extension=yaz.so Restart service web server anda dengan menjalankan perintah service apache restart sebagai user ROOT atau kalau tidak bisa coba jalankan perintah /etc/init.d/httpd restart .

Cek dengan script apakah library YAZ sudah terinstall dengan baik.

Sumber; http://dicarve.blogspot.com/2009/07/instalasi-library-yaz-di-php.html

posted by arienugraha @ 10:23 PM

Kaget Jumpa Fans Komunitas SLIMS Jogja “Datangnya Hendro W dan Arie Nugraha”

Komunitas SLIMS Jogja telah menunjukan sikap saling berbagi terhadap apa yang telah didapat khususnya di dunia perpustakaan. Komunitas Senayan Library’s Manajemen Sistem Jogja yang disingkat (Komunitas SLIMS JOGJA) adalah perkumpulan pecinta software senayan mengadakan temu Fans SLIMS Jogja dan icip-icip Software SLIMS13 pada Sabtu tanggal 27 Maret 2010 Jam 08.00-12.00 WIB di Gedung Multipose Sayap Timur UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta acara diskusi nonformal dan santai ini yang bertemakan membedah Program Senayan Stable 13 (Slims) alias icip-icip Senayn3 Stabil13 yang didatangi juga oleh si pembuat software tersebut yang membuat kaget peserta Komunitas SLIMS Jogja yaitu oleh Pak Hendro Wicaksono dan Sdr Arie Nugraha yang Selain didatangi kedua tokoh tersebut, datang juga pustakawan terbaik UGM 2010 beliau adalah Sdr Purwoko dan Sdr Heri Abiburrahman Hakim, datang Pula Pustakawan dari Fakultas Teknik PTBB UNY Sdr Tarto dan juga Pustakawan Fakultas Geografi UGM Sdr Budhi Santoso. Semuanya merupakan orang-orang yang termasuk loyal dan siap berbagi dalam menggunakan Software Senayan yang memiliki kwalitas terbaik untuk sebuah software open source ini. Baca lebih lanjut

Memahami Metadata

Oleh Musnanda Satar
Selasa, 02 Januari 2007

Dalam pengelolaan database istilah informasi bukan merupakan istilah baru, metadata telah menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari pengelolaan informasi dan data.

Metadata dapat diartikan sebagai struktur informasi yang menjelaskan, menerangkan, menunjukkan lokasi yang memungkinkan untuk mempermudah memanggil kembali, mengelola sebuah sumber informasi. Secara lebih mudah sering disebutkan sebagai data atau informasi mengenai informasi.

Istilah metadata digunakan secara berbeda oleh institusi atau pengguna yang berbeda, ada yang menekankan pada pengenalan computer/sistem atas data tetapi ada juga yang menekankan pada catatan yang menjelaskan data tersebut. Dalam manajemen perpustakaan metadata secara formal merupakan sebuah skema atau sumber penjelasan yang menggambarkan tipe dari obyek, digital atau non digital.

Katalog perpustakaan tradisional merupakan salah satu bentuk dari metadata.

Ada 3 tipe utama dari metadata, yaitu:

1. Metadata Deskriftif; yang menjelaskan sumber untuk tujuan pencarian dan identifikasi. Biasanya berisi elemen; judul, abstrak, pengarang dan kata kunci.
2. Medatata Struktural: yang mengidentifikasikan bagaimana data terbentuk, misalnya menjelaskan bagaimana bentuk bab.
3. Medata Administratif: menyediakan informasi yang membantu proses manajemen data, misalnya menjelaskan kapan dan bagaimana data terbentuk, serta informasi teknis lain serta bagaimana , mengaksesnya. Ada beberapa tipe dari metadata administratif yang dibagi atas; metadata pengelolaan hak cipta, yang berhubungan dengan hak cipta suatu data; preserve/penyimpanan metadata, yang lebih menekankan pada system pengarsipan untuk memastikan data tersimpan dengan baik.

Metadata dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai jenis data, mulai dari data tekstual, gambar, atau laporan yang memuat keduanya. Metadata dapat juga dimasukkan langsung dalam data, misalnya dokumen html, metadata yang ada sudah menempel langsung didalam data html. Hal ini menjelaskan bahwa metadata bisa tersimpan secara bersamaan dengan data/informasi yang dijelaskan atau bisa juga terpisah. Biasanya metadata disimpan secara tepisah dengan datanya, metadata yang dibangun ini berhubungan langsung dengan data yang dibuat dan setiap perubahan dalam data harus juga diupdate dalam metadatanya.

Apa yang bisa dilakukan dengan metadata?

Ada banyak yang bisa dilakukan dengan metadata, metadata dibangun sesuai dengan tujuannya. Tujuan umum pembangunan metadata adalah untuk memberikan penjelasan yang memungkinkan proses mencarian data bisa dilakukan. Sebagai tambahannya adalah memungkinkan data bisa diorganisir, interpretasi serta memungkinkan integrasi. Fungsi utama metadata antara lain;

1. Membantu Pencarian Data.
Dengan cara;
* Memungkinkan data bisa ditemukan sesuai dengan criteria yang diinginkan;
* Mengidentifikasi sumber data;
* Mengumpulkan data yang sama;
* Membedakan data dengan sumber/informasi yang berbeda;
* Memberikan informasi lokasi data disimpan.
2. Mengatur Sumberdata Elektronik
Sejalan dengan semakin besarnya jumlah data, semakin banyak data dalam suatu system informasi yang dibangun, maka diperlukan suatu system yang mampu mengatur data tersebut. Misalnya perkembangan dalam dunia internet, semakin banyak data html yang dibuat, harus dibarengi dengan bentuk pengelolaan data, sehingga data data diolah secara lebih cepat, efesion, dikelompokkan sesuai dengan kategori yang dibuat.
3. Interoperability/Multi Sistem Operasi
Dalam pengelolaan data lebih sering dilakukan bukan hanya satu jenis data dengan system yang berbeda operasi-nya. Pembangunan metadata dengan menggunakan protocol yang sama memungkinkan dilakukan manajemen data dari system yang berbeda. Salah satu bentuk protocol yang sering digunakan adalah protokal Z39.50 yang merupakan protocol lintas system operasi.
4. Identifikasi Secara Digital
Kebanyakan skema metadata menggunakan standar angka yang sifatnya unik untuk tujuan identifikasi. Lokasi dari suatu data dapat juga dibuat dalam suatu system penamaan, misalnya system URL (Uniform Resource Locator) merupakan suatu system penentuan lokasi yang mengacu pada data tertentu. Perubahan alamat data bisa membuat system pendataan invalid. Penentuan system penamaan, standarisasi memungkinkan obyek data dapat ditelusuri.
5. Arsip dan Perawatan
Seringkali disebutikan bahwa data digital merupakan data yang ‘rentan’, bisa saja rusak, korup, atau terhapus. Perubahan system data, peralihan dari satu system operasi dapat membuat data rusak. Metadata menjadi kunci dalam system penyimpanan data, dengan mengetahui informasi mengenai suatu data, maka dapat dilakukan proses pengelompokan data, penyimpanan serta pemanggilan kembali data secara teratur.

* Musnanda Satar, Praktisi GIS
http://www.geografiana.com/makalah/teknologi/memahami-metadata

Tipe Senayan Aksesoris

1. Menambah Item di OPAC
Pada default senayan, item yang muncul di OPAC (bukan di detail) adalah gambar, judul, dan pengarang. Terkadang kita ingin langsung mengetahui item yang lainnya tanpa harus mengklik Detail. Misal ingin mengetahui Call Number. Oleh karena itu kita mesti harus menyertakan Call Number pada daftar di OPAC ini.

Caranya sebagai berikut:
Buka file biblio_list.inc.php yang ada di /lib/biblio_list.inc.php

pada baris (sekitar) 178. Anda akan menemukan:

b.biblio_id,
b.title, b.image
FROM biblio AS b
$_add_sql_str
ORDER BY b.last_update DESC LIMIT $_offset, “.$this->num2show;?>

Tambahkan call number sehingga menjadi:

$_sql_str = “SELECT DISTINCT SQL_CALC_FOUND_ROWS
b.biblio_id, b.call_number,
b.title, b.image
FROM biblio AS b
$_add_sql_str
ORDER BY b.last_update DESC LIMIT $_offset, “.$this->num2show;

call_number merupakan nama field pada tabel biblio pada database Senayan.

Langkah berikutnya:
pada baris 216, tambahkan baris sebagai berikut:

$_biblio_d[‘call_number’] = ‘Call Number: ‘.$_biblio_d[‘call_number’];

Terakhir adalah menampilkan Call Number. hal ini dapat dilakukan dengan mengedit dan menambahkan variabel call_number pada baris ke 241:

$_buffer .= ‘

‘.$_biblio_d[‘title’].’
‘.$_biblio_d[‘call_number’] . “.– ” . $_biblio_d[‘id_temp’];

selesai.

2. Menambah Item pada isian data bibliografi
Pertama: Buat field baru di tabel biblio. Misal Field Tambahan dengan nama field_tambah dengan tipe varchar

Kedua: buka file index.php di /admin/module/bibliografi/index.php
cari tulisan // edit mode messagge, kemudian diatasnya tambahkan kode sebagai berikut:

$form->addTextField(’text’, ‘field_tambah’, ‘Field tambahan’, $rec_d[‘field_tambah’], ’style=”width: 40%;”‘);

Ketiga: cari baris // create sql op object
diatasnya tambahkan baris sebagai berikut:

$data[‘file_tambah’] = trim($dbs->escape_string(strip_tags($_POST[‘file_tambah’])));

Untuk menampilkan dalam detail OPAC, dapat dilakukan dengan mengedit file detail_index_template.html, kemudian menambahkan variabel field_tambah pada daftar yang ada.

3. Menambah jumlah tahun aktif.
Pada Stable5 dan 6, jika kita melihat pada menu tambah anggota dan tambah hari libur, tahun aktif adalah tahun sekarang+1. Jadi jika sekarang 2009, maka kita hanya dapat mengeset keanggotaan sampai pada 2010, dan hari libur sampai dengan 2010.

Padahal, misal di SMU, keanggotaan dapat berlaku sampai dengan 3 tahun. Nah untuk mengubahkan silakan buka file simbio_form_element.inc.php yang ada pada \simbio2\simbio_GUI\form_maker.

cari baris sebagai berikut:

$_curr_year = $_curr_year+1;

Nah, ubahlah angka 1 dengan tahun aktif yang anda inginkan. Misl 10, maka tahun aktif yang ada adalah (jika sekarang 2009) sampai dengan 2019.

selamat mencoba.

semoga bermanfaat.

Sumber : http://purwoko.staff.ugm.ac.id/web/

Evaluasi CD-Rom sebagai media penelusuran informasi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kemajuan luar biasa dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan mengakibatkan berlimpahnya informasi di dunia ini, sehingga informasi yang ada pada saat ini tidak mungkin akan tertampung satu perpustakaan atau pusat dokumentasi dan informasi manapun. Masalah yang timbul bagaimanakah menyimpan informasi yang ada, kemudian bagaimana menemukannya kembali secara cepat dan tepat.

Baca lebih lanjut