Memahami Metadata


Oleh Musnanda Satar
Selasa, 02 Januari 2007

Dalam pengelolaan database istilah informasi bukan merupakan istilah baru, metadata telah menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari pengelolaan informasi dan data.

Metadata dapat diartikan sebagai struktur informasi yang menjelaskan, menerangkan, menunjukkan lokasi yang memungkinkan untuk mempermudah memanggil kembali, mengelola sebuah sumber informasi. Secara lebih mudah sering disebutkan sebagai data atau informasi mengenai informasi.

Istilah metadata digunakan secara berbeda oleh institusi atau pengguna yang berbeda, ada yang menekankan pada pengenalan computer/sistem atas data tetapi ada juga yang menekankan pada catatan yang menjelaskan data tersebut. Dalam manajemen perpustakaan metadata secara formal merupakan sebuah skema atau sumber penjelasan yang menggambarkan tipe dari obyek, digital atau non digital.

Katalog perpustakaan tradisional merupakan salah satu bentuk dari metadata.

Ada 3 tipe utama dari metadata, yaitu:

1. Metadata Deskriftif; yang menjelaskan sumber untuk tujuan pencarian dan identifikasi. Biasanya berisi elemen; judul, abstrak, pengarang dan kata kunci.
2. Medatata Struktural: yang mengidentifikasikan bagaimana data terbentuk, misalnya menjelaskan bagaimana bentuk bab.
3. Medata Administratif: menyediakan informasi yang membantu proses manajemen data, misalnya menjelaskan kapan dan bagaimana data terbentuk, serta informasi teknis lain serta bagaimana , mengaksesnya. Ada beberapa tipe dari metadata administratif yang dibagi atas; metadata pengelolaan hak cipta, yang berhubungan dengan hak cipta suatu data; preserve/penyimpanan metadata, yang lebih menekankan pada system pengarsipan untuk memastikan data tersimpan dengan baik.

Metadata dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai jenis data, mulai dari data tekstual, gambar, atau laporan yang memuat keduanya. Metadata dapat juga dimasukkan langsung dalam data, misalnya dokumen html, metadata yang ada sudah menempel langsung didalam data html. Hal ini menjelaskan bahwa metadata bisa tersimpan secara bersamaan dengan data/informasi yang dijelaskan atau bisa juga terpisah. Biasanya metadata disimpan secara tepisah dengan datanya, metadata yang dibangun ini berhubungan langsung dengan data yang dibuat dan setiap perubahan dalam data harus juga diupdate dalam metadatanya.

Apa yang bisa dilakukan dengan metadata?

Ada banyak yang bisa dilakukan dengan metadata, metadata dibangun sesuai dengan tujuannya. Tujuan umum pembangunan metadata adalah untuk memberikan penjelasan yang memungkinkan proses mencarian data bisa dilakukan. Sebagai tambahannya adalah memungkinkan data bisa diorganisir, interpretasi serta memungkinkan integrasi. Fungsi utama metadata antara lain;

1. Membantu Pencarian Data.
Dengan cara;
* Memungkinkan data bisa ditemukan sesuai dengan criteria yang diinginkan;
* Mengidentifikasi sumber data;
* Mengumpulkan data yang sama;
* Membedakan data dengan sumber/informasi yang berbeda;
* Memberikan informasi lokasi data disimpan.
2. Mengatur Sumberdata Elektronik
Sejalan dengan semakin besarnya jumlah data, semakin banyak data dalam suatu system informasi yang dibangun, maka diperlukan suatu system yang mampu mengatur data tersebut. Misalnya perkembangan dalam dunia internet, semakin banyak data html yang dibuat, harus dibarengi dengan bentuk pengelolaan data, sehingga data data diolah secara lebih cepat, efesion, dikelompokkan sesuai dengan kategori yang dibuat.
3. Interoperability/Multi Sistem Operasi
Dalam pengelolaan data lebih sering dilakukan bukan hanya satu jenis data dengan system yang berbeda operasi-nya. Pembangunan metadata dengan menggunakan protocol yang sama memungkinkan dilakukan manajemen data dari system yang berbeda. Salah satu bentuk protocol yang sering digunakan adalah protokal Z39.50 yang merupakan protocol lintas system operasi.
4. Identifikasi Secara Digital
Kebanyakan skema metadata menggunakan standar angka yang sifatnya unik untuk tujuan identifikasi. Lokasi dari suatu data dapat juga dibuat dalam suatu system penamaan, misalnya system URL (Uniform Resource Locator) merupakan suatu system penentuan lokasi yang mengacu pada data tertentu. Perubahan alamat data bisa membuat system pendataan invalid. Penentuan system penamaan, standarisasi memungkinkan obyek data dapat ditelusuri.
5. Arsip dan Perawatan
Seringkali disebutikan bahwa data digital merupakan data yang ‘rentan’, bisa saja rusak, korup, atau terhapus. Perubahan system data, peralihan dari satu system operasi dapat membuat data rusak. Metadata menjadi kunci dalam system penyimpanan data, dengan mengetahui informasi mengenai suatu data, maka dapat dilakukan proses pengelompokan data, penyimpanan serta pemanggilan kembali data secara teratur.

* Musnanda Satar, Praktisi GIS
http://www.geografiana.com/makalah/teknologi/memahami-metadata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s