Oleh: tartojogja | Januari 12, 2010

Implementasi Otomasi Perpustakaan dengan Software Senayan


Implementasi Otomasi Perpustakaan dengan Software Senayan Oleh Heri Abi Burachman Hakim Staf Perpustakaan FISIPOL UGM

Pendahuluan

Saat ini semua bidang kehidupan tidak melepaskan diri dari eksistensi teknologi informasi. Semua lembaga berusaha memanfaatkan kehadiran teknologi informasi karena kehadirannya dirasakan memberikan banyak manfaat, tidak terkecuali perpustakaan. Perpustakaan mulai memanfaatkan teknologi informasi dalam mengelola serta memberikan pelayanan kepada pengguna perpustakaan. Salah satu bentuk pemanfaatkan teknologi informasi di perpustakaan adalah otomasi perpustakaan. Otomasi perpustakaan merupakan pemanfaatan perangkat teknologi informasi (meliputi perangkat lunak dan perangkat keras) dalam rangka melaksanakan tugas pelayanan dan pengelolaan perpustakaan. Saat ini telah banyak perpustakaan di Tanah Air yang mengimplementasikan otomasi perpustakaan. Kesadaran berbagai perpustakaan di Tanah Air melakukan otomasi perpustakaan dilatarbelakangi alas an bahwa otomasi perpustakaan memberikan manfaat bagi pengelola serta pengguna perpustakaan. Sayangnya belum semua perpustakaan di Indonesia mampu mengimplementasikan otomasi perpustakaan. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan tentang otomasi perpustakaan serta persepsi yang salah tentang otomasi perpustakaan . Masyarakat berpikir bahwa otomasi perpustakaan merupakan kegiatan atau program yang membutuhkan dana besar. Persepsi bahwa otomasi merupakan kegiatan atau program yang membutuhkan dana besar karena selama ini perpustakaan dipaksa untuk mengalokasikan dana untuk pengadaan perangkat lunak serta perangkat keras. Khusus untuk pengadaan perangkat lunakn harganya bahkan lebih dari harga perangkat keras. Padahal saat ini harga perangkat keras semakin terjangkau serta perangkat lunak otomasi dapat diperoleh secara gratis. Kondisi ini seharusnya merupakan peluang bagi perpustakaan di Indonesia untuk mengimplementasikan otomasi perpustakaan. Akan tetapi banyak perpustakaan yang belum menyadari peluang ini. Untuk itu melalui tulisan ini penulis bermaksud berbagi pengetahuan tentang impelementasi otomasi perpustakaan dengan menggunakan salah satu aplikasi free open source software, yaitu perangkat lunak Senayan. Free open source software merupakan perangkat lunak berbasis open source yang dapat diperoleh, digunakan dan didistribusikan ulang secara gratis.

Dengan menggunakan aplikasi free open source software (FOSS) maka perpustakaan cukup memikirkan alokasi anggaran untuk pengadaan perangkat keras karena perangkat lunak otomasi perpustakaan dapat diperoleh secara gratis. Dengan demikian maka otomasi perpustakaan semakin murah untuk diimplementasikan.

Pembahasan Fenomena FOSS di Perpustakaan Gerakan open source membawa perubahan besar dalam dinamika perkembangan perangkat lunak di dunia, terutama dengan kehadiran free open source software (FOSS). FOSS merupakan turunan dari gerakan open source yang memungkinkan perangkat lunak jenis ini diperoleh, digunakan secara gratis, dimodifikasi dan didistribusikan ulang kepada masyarakat. Gerakan ini mengenalkan konsep berbagai dalam distribusi dan penggunaan perangkat lunak kepada masyarakat dunia.

Masyarakat bebas memodifikasi, menggunakan, kemudian mendistribusikan ulang perangkat lunak ini. Gerakan open source dan FOSS ternyata juga berdampak terhadap dunia perpustakaan. Kehadiran FOSS memungkinkan perpustakaan mewujudkan pengelolaan perpustakaan berbasis teknologi informasi tanpa harus memikirkan dana pengadaan perangkat lunak karena perangkat lunak yang dibutuhkan dapat diperoleh secara gratis. Hampir semua perangkat lunak yang dibutuhkan untuk mengembangkan perpustakaan berbasis teknologi informasi tersedia secara gratis.

Perangkat lunak untuk melakukan otomasi perpustakaan, membangun perpustakaan digital, membangun web, membangun forum online perpustakaan dengan pengguna, membangun eksiklopedi online dapat diperoleh secara gratis. Pengelola perpustakaan dapat memeriksa ketersediaan aplikasi FOSS yang dapat digunakan perpustakaan dengan mengakses situs penyedia aplikasi FOSS di http://www.sourceforge.net. Di http://www.sourceforge.net banyak tersedia aplikasi FOSS yang dapat diunduh dan digunakan secara gratis termasuk oleh perorangan, lembaga atau perpustakaan. Seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran pustakawan atau pengelola perpustakaan akan pentingnya pengetahuan di bidang teknologi informasi, banyak perpustakaan di Tanah Air menggunakan FOSS dalam pengelolaan perpustakaan. Baik itu untuk kebutuhan otomasi, digitalisasi perpustakaan, membuat web atau kebutuhan lainnya. Menariknya implementasi otomasi, digitalisasi perpustakaan, pengembangan web perpustakaan dilakukan oleh sumber daya manusia perpustakaan. Kondisi ini terjadi karena Pustakawan atau pengelola perpustakaan mulai melengkapi kompetensi diri dengan pengetahuan dibidang Teknologi informasi. Pustakawan dan staf perpustakaan mulai membekali diri dengan pengetahuan di bidang bahasa pemrograman (seperti PHP), pengetahuan tentang database dan pengetahuan dibidang server dan pengetahuan dibidang teknologi informasi lainnya. Berbekal pengetahuan inilah staf perpustakaan atau pustakawan mampu memanfaatkan FOOS untuk pengelolaan perpustakaan. Salah satu produk dari FOSS adalah perangkat lunak otomasi perpustakaan. Dengan perangkat lunak otomasi berbasis FOSS ini perpustakaan dapat mewujudkan otomasi perpustakaan tanpa harus membeli perangkat lunak. Saat ini tersedia banyak perangkat lunak otomasi perpustakaan yang termasuk sebagai FOSS dan dapat digunakan secara bebas oleh perpustakaan. Berbagai FOSS yang dapat digunakan untuk membangun otomasi perpustakaan antara lain OpenBiblio, Koha, Avanti, PhpMyLibrary, Otomigen-X, igloo, Senayan dan masih banyak lagi.

Berbagai aplikasi tersebut telah digunakan oleh perpustakaan baik di Indonesia maupun di Negara lain. Dan yang patut dibanggakan diantara software tersebut, seperti Otomigen-X, Igloo dan Senayan diciptakan oleh sumber daya manusia bangsa Indonesia. Banyaknya FOSS yang dapat digunakan untuk membangun otomasi perpustakaan memberikan konsekwensi bagi pustakawan atau pengelola perpustakaan. Pustakawan atau staf perpustakaan perlu agar berhati-hati dalam memilih perangkat lunak otomasi yang akan digunakan sehingga tidak terjadi penyesalan dikemudian hari karena menggunakan FOSS yang memiliki banyak kekurangan.

Kehatian-hatian ini diperlukan karena FOSS tidak memberikan garansi atas pemanfaatannya sehingga apabila ada masalah dengan perangkat lunak tersebut maka pihak pengembang tidak bertanggung jawab atas masalah tersebut. Untuk itu dalam pemilihan ini, dituntut kehati-hatian dan kejelian pengelola perpustakaan, jangan sampai pengelola menyesal dikemudian hari karena menggunakan FOSS yang masih banyak memiliki kekurangan atau kelemahan (bugs). Profil Senayan. Senayan merupakan salah satu FOSS berbasis web yang dapat digunakan sebagai perangkat lunak untuk membangun otomasi perpustakaan. Sebagai perangkat lunak berbasis web Senayan mampu berjalan sempurna di dalam sistem jaringan komputer atau internet. Perangkat lunak berbasis web saat ini sedang naik daun serta sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. Perangkat lunak berbasis web sesuai dengan kebutuhan perpustakaan karena aplikasi jenis ini memungkinkan perpustakaan mendekatkan berbagai produk layanannya dengan pengguna perpustakaan.

Dengan jenis aplikasi ini pengguna dapat mengakses layanan perpustakaan tanpa harus datang ke perpustakaan karena pengguna dapat mengakses layanan yang disediakan perpustakaan melalui web atau portal perpustakaan. Jika melihat sistem informasi atau berbagai perangkat lunak yang digunakan saat ini oleh perpustakaan di Tanah Air, banyak perpustakaan yang menggunakan perangkat lunak berbasis web.

Senayan dikembangkan dengan menggunakan berbagai perangkat lunak open source. Web server, bahasa pemrograman dan database yang digunakan untuk mengembangkan Sanayan semuanya merupakan perangkat lunak open source. Berbagai perangkat lunak yang digunakan untuk membangun Senayan antara lain Apache sebagai web server, PHP sebagai bahasa pemrograman dan MySQL sebagai database yang menyimpan transaksi data yang terjadi di Senayan. Perangkat lunak ini dibangun dengan menggunakan PHP sehingga kode sumber (source code) perangkat lunak ini bersifat terbuka. Kode sumber yang bersifat terbuka inilah yang memberikan peluang bagi pengguna untuk mengembangkan Senayan lebih lanjut sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. Hal ini dimungkinkan karena PHP merupakan bahasa pemrograman interpreter. Senayan di produksi oleh Pusat Informasi dan Humas Departemen Pendidikan Nasional. Lebih spesifik lagi kelahiran perangkat lunak otomasi perpustakaan ini dibidani oleh Hendro Wicaksono, Arie Nugraha dan Wardiyono.

Guna mendukung pengembangan Senayan kedepan, saat ini perangkat lunak otomasi perpustakaan ini memiliki komunitas pengembang yang tergabung dalam Senayan Developer Community (SDC). Perangkat lunak otomasi perpustakaan memiliki fungsi untuk mempermudah kegiatan administrasi perpustakaan. Sebagai perangkat lunak otomasi perpustakaan maka Senayan harus mampu mempermudah kegiatan administrasi perpustakaan. Jika melihat menu-menu yang disediakan Senayan, perangkat lunak ini mampu menjalankan fungsi administrasi yang ada di perpustakaan. Kegiatan pengolahan, peminjaman, pengembalian, pemesanan koleksi, penyiangan, manajemen anggota, fasilitas pencetakan barcode (barcode koleksi dan anggota) serta berbagai jenis laporan Senayan dapat membantu pihak manajemen untuk membuat kebijakan pengadaan atau sebagai bahan pertimbangan untuk memutuskan suatu kebijakan bagi perpustakaan. Semua kegiatan ini mungkin dilakukan dengan menggunakan menu-menu yang ada di Senayan. Menu-menu yang ada di Senayan antara lain menu bibliografi, sirkulasi, keanggotaan, OPAC (online public access catalog), stocktake (penyiangan), master file, system, laporan dan kedepan akan tersedia menu pengolah koleksi terbitan berkala dan multimedia. Sebagai perangkat lunak yang termasuk dalam kategori FOSS, Senayan berkembang sangat cepat. Sejak dirilis akhir tahun 2007 sampai dengan sekarang, perangkat lunak ini telah mencapai versi Senayan3-Stable9. Senayan3-Stable9 ini merupakan penyempurnaan dari Senayan-Senayan versi sebelumnya yang dirasa masih memiliki berbagai kekurangan.

Perkembangan yang cepat ini tidak lepas dari kontribusi pengguna Senayan yang dengan senang hati akan memberikan laporan terkait dengan kelemahan atau kekurangan yang ada di Senayan. Dari laporan pengguna ini pengembang Senayan kemudian melakukan penyempurnaan. Para pengguna Senayan dapat berkomunikasi, memberikan laporan terkait dengan kelemahan yang ada di Senayan serta berbagi pengalaman dalam pemanfaatan Senayan melalui milist ics-isis@yahoogroups.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it atau menu bugs and report yang tersedia di website resmi Senayan (www.senayan.diknas.go.id). Plus dan Minus Senayan Saat ini banyak FOSS yang dapat digunakan untuk membangun otomasi perpustakaan. Akan tetapi pengembang FOSS tidak memberikan garansi atas pemanfaatnya produk-produknya. Dengan kata lain apabila terdapat kekurangan terhadap perangkat lunak, pengembang FOSS tidak memberikan garansi untuk memperbaiki kekurangan yang ada.

Untuk itu sebelum memilih salah satu FOSS yang akan digunakan untuk membangun otomasi perpustakaan, perpustakaan perlu melakukan penilaian terhadap sebuah FOSS sebelum FOSS tersebut digunakan. Penilaian ini perlu dilakukan agar perpustakaan tidak salah pilih dan menyesal kemudian hari karena menggunakan FOSS yang memiliki banyak kelemahan atau kekurangan. Berdasarkan pengamatan penulis perangkat lunak ini memiliki banyak nilai plus atau keunggulan dan hanya memiliki nilai minus atau sedikit kekurangan. Nilai plus atau kelebihan yang dimiliki perangkat lunak ini adalah: 1. Senayan dapat diperoleh dan digunakan secara gratis Perangkat lunak merupakan salah satu komponen penting dalam implementasi otomasi perpustakaan. Sayangnya tidak semua perpustakaan mampu menyediakan perangkat lunak untuk otomasi perpustakaan. Hal ini disebabkan karena harga perangkat lunak otomasi sulit dijangkau oleh banyak perpustakaan di Tanah Air.

Kehadiran Senayan sebagai salah satu perangkat lunak otomasi berbasis FOSS menjadi solusi terkait sulitnya dengan pengadaan perangkat lunak otomasi karena perangkat lunak ini dapat diperoleh secara gratis. 2. Mampu memenuhi kebutuhan otomasi perpustakaan Menurut Saffady sebuah perangkat lunak otomasi perpustakaan minimal memiliki fasilitas layanan sirkulasi, katalogisasi serta on-line public access catalog atau OPAC (Saffady dalam Anctil dan Bahesti, 2004: 4). Senayan tidak hanya menyediakan fasilitas layanan sirkulasi, katalogisasi dan OPAC. Senayan menyediakan fasilitas lain seperti manajemen keanggotaan, fasilitas untuk pengaturan perangkat lunak, cetak barcode (baik barcode anggota maupun barcode buku), penyiangan serta fasilitas laporan dan unggah koleksi digital. 3. Senayan dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman interpreter Senayana dibangun dengan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman. PHP merupakan bahasa pemrograman interpreter yang memungkinkan untuk dimodifikasi.

Dengan demikian maka perpustakaan memungkinkan memodifikasi Senayan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan. 4. Senayan dikembangankan oleh sumber daya manusia lokal Senayan dikembangan oleh sumber daya manusia lokal, atau dikembangkan oleh SDM bangsa Indonesia. Kondisi ini memberikan keuntungan bagi perpustakaan dan pengguna Senayan. Keuntungan tersebut adalah Senayan sesuai dengan kebutuhan perpustakaan di Tanah Air dan pengguna Senayan dapat berkomunikasi dengan mudah dengan para pengembang Senayan jika mengalami masalah dalam pemanfaatan Senayan. 5. Instalasi Mudah dilakukan Sebagai perangkat lunak yang tergolong dalam jenis perangkat lunak berbasis web instalasi Senayan mudah dilakukan, baik itu untuk system operasi windows maupun system operasi linux. 6. Mampu berjalan di sistem operasi linux maupun windows. Windows ataupun linux merupakan dua sistem operasi yang familiar digunakan oleh perpustakaan di Indonesia. Senayan mampu berjalan stabil di dua sistem operasi tersebut. Dengan demikian maka perpustakaan pengguna sistem operasi windows maupun linux tidak perlu khawatir tidak dapat menggunakan Senayan karena tidak mampu berjalan disalah satu sistem operasi. 7. Memiliki dokumentasi yang lengkap Dokumentasi (modul dan manual) memiliki peranan penting dalam pengembangan sebuah perangkat lunak, termasuk FOSS. Eksistensi dokumentasi akan memudahkan pengguna atau calon pengguna dalam memperlajari sebuah perangkat lunak. Dengan dokumentasi yang lengkap pengguna atau calon pengguna Senayan dapat dengan mudah mempelajari Senayan. 8. Memiliki prospek pengembangan yang jelas Perkembangan Senayan terjadi sangat cepat dalam kurun waktu 2 tahun perangkat lunak it uterus memperbaiki diri.

Perbaikan ini terlihat dari banyaknya versi yang telah dirilis ke publik. Kondisi ini mencerminkan bahwa perangkat lunak ini memiliki prospek pengembangan. Apabila perangkat lunak ini terus diperbaharui maka pengguna Senayan yang akan memperoleh manfaatnya dari perbaikan terhadap kelemahan serta fasilitas tambahan yang disediakan dalam versi Senayan terbaru. 9. Memiliki forum komunikasi antara pengguna dan pengembang Senayan menggunakan icsisis@yahoogroups.comThis e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it sebagai forum komunikasi antar sesama pengguna Senayan atau pengembang Senayan. Keberadaan forum pengguna ini memungkinkan pengguna saling bertukar pengalaman terkait dengan pemanfaatan Senayan atau berkomunikasi dengan pengembangan jika mengalami kesulitan dalam pemanfaatan Senayan.

Dengan demikian calon pengguna tidak perlu bingung kemana mereka berkonsultasi jika mengalami masalah dalam pemanfaatan Senayan, pengguna dapat berkonsultasi melalui milist ini. Sedangkan nilai minus atau kekurangan dari Senayan sebagai perangkat lunak otomasi perpustakaan berbasis free open source software adalah:

1. Kompatibilitas web browser Untuk mengakses Senayan diperlukan web browser. Sayangnya tidak semua web browser mampu menjalankan aplikasi ini dengan sempurna. perangkat lunak ini merekomendasikan mozilla firefox sebagai web browser. Sehingga jika penggunakan web browser selain mozilla firefox mampu tampilan Senayan tidak akan muncul secara sempurna. Misalnya ada beberapa menu yang akan tertutupi oleh banner jika pengguna menggunakan internet eksplorer sebagai web browser. Namun jika hanya digunakan untuk mengakses OPAC (online public access catalog) semua web browser dapat digunakan.

2. Otoritas akses file Senayan menyediakan fasilitas upload (unggah) file. Dengan fasilitas ini pengelola perpustakaan dapat menyajikan koleksi digital yang dimiliki perpustakaan, seperti e-book, e-journal, skripsi digital, tesis digital dan koleksi digital lainnya. Namun fasilitas upload file ini tidak dilengkapi dengan pembagian otoritas akses file. Akibatnya setiap koleksi digital yang telah di upload ke dalam Senayan berarti dapat diakses oleh semua orang. Kondisi ini tentu sedikit mengkhawatirkan jika koleksi digital yang diupload adalah skripsi, tesis atau laporan penelitian digital. Skripsi digital, tesis atau laporan penelitian digital dibatasi aksesnya karena koleksi digital jenis rentan dengan masalah plagiasi. Pra Instalasi Di atas telah dikemukakan berbagai alasan mengapa sebuah perpustakaan menggunakan Senayan sebagai perangkat lunak otomasinya. Lalu bagaimana jika sebuah perpustakaan berencana mengimplementasikan Senayan untuk membangun otomasi perpustakaan. Sebelum melalukan instalasi sehingga perpustakaan mampu mengimplementasikan otomasi perpustakaan dengan menggunakan Senayan, ada beberapa hal yang perlu disiapkan. 1. Perangkat keras Perangkat keras yang dibutuhkan agar Senayan mampu berjalan dengan stabil adalah: 1.1. Komputer Senayan termasuk dalam kategori aplikasi berbasis web. Aplikasi berbasis web ini membutuhkan dua jenis computer, yaitu computer server dan computer client. Computer server merupakan computer yang berfungsi sebagai tempat meletakkan program Senayan, di dalam computer inilah Senayan akan diinstalasi. Sedangkan computer client merupakan computer yang digunakan untuk menjalankan atau mengoperasikan Senayan. Komputer client tidak perlu diinstalasi aplikasi Senayan agar mampu menggunakan Senayan, tetapi cukup mampu mengakses computer server yang telah diinstalasi Senayan. Kebutuhan minimal komputer server agar dapat diinstalasi aplikasi Senayan adalah komputer dengan spesifikasi minimal prosesor generasi ke III (Pentium III) dengan RAM minimal 256. Sedangkan spesifikasi minimal komputer client adalah computer ini mampu berkomunikasi atau mengakses server yang telah diinstalasi aplikasi Senayan. Idealnya computer yang dibutuhkan dalam operasional adalah tiga unit. Satu unit difungsikan sebagai server, dan dua unit lainnya difungsikan sebagai computer client yang diperuntukkan bagi petugas untuk melakukan kegiatan pengolahan dan pelayanan serta diperuntukkan bagi pengguna untuk mengakses OPAC (on-line public access catalog) yang disediakan aplikasi Senayan. Namun demikian, jika perpustakaan yang akan menggunakan Senayan hanya memiliki satu unit komputer maka perpustakaan tersebut tetap dapat melakukan instalasi Senayan, dengan catatan satu unit komputer tersebut difungsikan sebagai komputer client dan server. 1.2. Barcode reader Barcode reader berfungsi sebagai alat bantu untuk membaca barcode koleksi dan barcode anggota yang dicetak oleh aplikasi Senayan. Barcode reader memungkinkan proses pembacaan barcode lebih cepat dan tepat. Dengan demikian penggunaan barcode reader bertujuan untuk menciptakan efisiensi waktu serta efektifitas kerja. Dalam implementasi aplikasi Senayan, barcode reader adalah kebutuhan opsional. Artinya perangkat keras ini dapat tersedia atau tidak. Apabila perpustakaan memiliki dana untuk pengadaan barcode reader maka perpustakaan dapat membeli barcode reader sehingga proses kerja akan lebih cepat. Namun jika perpustakaan tidak memiliki dana untuk membeli barcode reader maka perpustakaan tetap dapat mengimplementasikan Senayan dengan catatan pembacaan nomor barcode dilakukan secara manual dengan menggunakan panca indra dan memasukkan nomor barcode dengan cara mengetik. 1.3. Scanner atau kamera digital Scanner atau kamera digital digunakan untuk mendokumentasikan sampul buku atau foto anggota. Dengan kedua perangkat ini sampul buku atau foto anggota tersedia dalam format digital sehingga dapat diunggah ke dalam aplikasi Senayan. Dengan sampul buku dan foto anggota maka tampilan aplikai Senayan akan semakin indah. Kedudukan perangkat keras ini juga termasuk kebutuhan opsional, artinya boleh tersedia atau tidak. 1.4.

Jaringan komputer Jaringan computer diperlukan jika impelementasi aplikasi Senayan menggunakan dua atau lebih computer. Untuk membangun jaringan computer ini minimal diperlukan switch hub, kabel utb, konektor dan kartu jaringan. 2. Perangkat lunak Perangkat lunak yang perlu disediakan sebelum melakukan proses instalasi Senayan adalah: 2.1. Apache web server Apache adalah salah satu jenis aplikasi web server. Aplikasi ini termasuk dalam aplikasi web server berbasis open source. Dengan aplikasi ini sebuah computer akan berfungsi sebagai server. Di dalam server inilah Senayan akan diinstalasi. 2.2. MySQL MySQL merupakan aplikasi yang berfungsi sebagai database tempat menyimpan berbagai transaksi data di dalam Senayan. MySQL termasuk dalam kategori aplikasi database berbasis open source. Aplikasi ini termasuk aplikasi databae yang mampu menampun data dalam jumlah besar. 2.3. PHP Senayan dibangun dengan menggunakan PHP. PHP merupakan bahasa pemrograman berbasis open source dan termasuk dalam kategori bahasa pemrograman interpreter. Penggunaan PHP memungkinkan sebuah aplikasi dimodifikasi oleh pengguna. Karena Senayan menggunakan PHP maka aplikasi memungkinkan dimodifikasi oleh pengguna. 2.4. Web browser Web browser adalah aplikasi yang digunakan untuk membuka internet atau aplikasi yang digunakan untuk mengakses sebuah situs. Contoh web browser adalah mozilla firefox, internet explorer, nescape navigator dan opera. Senayan merupakan aplikasi berbasis web sehingga memerlukan web browser untuk membuka atau mengakses perangkat lunak ini. Berbagai perangkat keras dan perangkat lunak diatas dibutuhkan, baik Senayan akan diinstalasi dalam sistem operasi Windows maupun sistem operasi Linux. Jika berbagai kebutuhan perangkat keras maupun perangkat lunak telah tersedia maka Senayan siap untuk diinstalasi.

Proses Instalasi Senayan mampu berjalan optimal di dua sistem operasi yaitu Windows dan Linux. Sebelum melakukan instalasi Senayan pastikan bahwa kebutuhan perangkat lunak (Apache, MySQL dan PHP) telah terinstalasi di dalam komputer server tempat aplikasi Senayan akan diinstalasi. Apabila berbagai perangkat lunak tersebut belum diinstalasi maka instalasi Senayan tidak dapat dilakukan, kecuali pada sistem operasi windows yang telah tersedia aplikasi Psenayan (portable senayan) yang di dalamnya terdiri dari aplikasi Senayan Apache, MySQL, dan PHP sehingga tidak perlu melakukan instalasi Apache, MySQL dan PHP terlebih dahulu. Berikut ini disajikan proses instalasi Senayan pada dua sistem operasi, baik sistem operasi windows maunpun linux. 1. Instalasi pada sistem operasi linux Langkah-langkah instalasi Senayan pada sistem operasi linux antara lain: 1.1. Apache, MySQL dan PHP telah terinstalasi 1.2. Unduh Senayan3-stable9 dari situs pengembangan Senayan di http://www.Senayan.diknas.go.id 1.3. Salin Senayan3-stable9 ke dalam web root folder document (misalnya untuk distro fedora berada di folder var/www/html/) 1.4. Buat database sesuai dengan nama database yang ada pada file sysconfig.inc.php 1.5. Import database instalasi (berisi struktur database) kedalam database yang baru dibuat dari folder sql yang ada dalam folder Senayan 1.6. Import database sample_data untuk memperoleh contoh data pada Senayan yang baru diinstalasi dari folder sql yang ada dalam folder Senayan 1.7. Buka web browser dan ketikkan http://localhost/senayan. Apabila setelah mengetikkan http://localhost/senayan dan muncul halaman OPAC Senayan maka proses instalasi telah berhasil. Gambar 1. Halaman OPAC Senayan 1. Instalasi Pada sistem operasi windows. Langkah instalasi Senayan pada sistem operasi windows lebih sederhana dan mudah dibangkah langkah-langkah instalasi pada sistem operasi linux.

Langkah-langkah instalasi Senayan pada sistem operasi windows adalah: 2.1. Unduh Psenayan (instalasi senayan pada sistem operasi windows) dari http://www.senayan.diknas.go.id 2.2. Salin folder Psenayan yang telah diunduh ke salah satu drive komputer yang akan diinstalasi Senayan (misalnya drive C, drive D dan seterusnya) 2.3. Masuk ke dalam folder Psenayan dan tekan dua kali apache_start.bat serta mysql_start.bat untuk menghidupkan fasilitas web server dan database 2.4. Buka web browser dan ketikkan http://localhost maka akan muncul halaman OPAC Senayan seperti yang telah ditampilkan di depan. Operasional dan Backup data Setelah melakukan instalasi, maka Senayan siap dioperasionalkan. Melalui perangkat lunak itu pengelola perpustakaan atau pustakawan dapat melakukan kegiatan pengolahan koleksi perpustakaan, pelayanan koleksi perpustakaan melalui layanan sirkulasi, serta aktivitas administratif lainya. Kegiatan ini dapat dilakukan melalui berbagai menu yang disediakan oleh Senayan seperti menu sistem, masterfile, bibliografi, sirkulasi keanggotaan dan menu pelaporan. Untuk melakukan kegiatan pengolahan atau pelayanan sirkulasi pengelola perpustakaan harus masuk kedalam sistem dengan cara mengetikkan nama pengguna dan password dengan terlebih dahulu menekan menu login yang ada di halaman atau menu OPAC (online public access catalog). Hal ini perlu dilakukan karena ketika mengakses Senayan maka otomatis pengguna atau pengelola perpustakaan akan dibawa ke menu OPAC.

Menu OPAC merupakan menu yang diperuntukkan bagi pengguna perpustakaan untuk menelusur koleksi yang dimiliki perpustakaan. Pada menu ini pengguna hanya dapat menelusur dan tidak dapat melakukan kegiatan pemasukkan data atau kegiatan perbaikan data. Nama pengguna dan password untuk masuk kedalam menu administrasi atau pengelolaan Senayan adalah admin dan admin. Pengguna dapat merubah nama pengguna dan password sesuai dengan keinginan jika sudah masuk ke dalam menu pengelolaan atau administrasi Senayan.

Setelah berhasil login maka pengguna Senayan akan melihat halaman administrator program. Pada halaman ini pengguna dapat melakukan kegiatan pengolahan, pelayanan sirkulasi, manajemen anggota serta kegiatan manipulasi data lainnya. Setelah melakukan berbagai kegiatan (pengolahan ataupun pelayanan) dengan menggunakan Senayan, maka di dalam database perangkat lunak ini terjadi transaksi data yang merubah komposisi data pada database. Database bersifat dinamis dan terus berubah dari waktu ke waktu sesuai dengan volume kegiatan yang dilakukan oleh staf perpustakaan atau pustakawan. Database atau file-file yang diunggah ke dalam Senayan akan bertambah dari hari ke hari. Untuk memastikan bahwa data atau file-file yang diunggah ke dalam Senayan tetap aman dari ancaman kerusakan maka diperlukan kegiatan backup data atau membuat cadangan data. Kegiatan backup data atau cadangan data merupakan usaha yang bertujuan untuk memastikan bahwa sebuah perangkat lunak beserta data yang ada di dalamnya tetap aman dari berbagai ancaman kerusakan. Backup data dilakukan untuk menghindari atau meminimalkan potensi kerusakan data pada sebuah perangkat lunak apabila terjadi kerusakan pada perangkat lunak itu sendiri atau perangkat keras tempat perangkat lunak tersebut diinstalasi. Backup data pada Senayan sebenarnya terdiri dari dua jenis yaitu backup database Senayan(backup metadata) dan backup skrip program Senayan beserta file-file yang telah diunggah ke dalam Senayan. Backup database dilakukan dengan cara ekspor database Senayan kemudian dimasukkan ke dalam eksternal memory(media penyimpan seperti CD, DVD dan hardisk eksternal).

Untuk backup skrip program Senayan beserta file-file yang telah diunggah didalamnya dilakukan dengan cara menyalin skrip program Senayan ke dalam eksternal memory(media penyimpan seperti CD, DVD dan hardisk eksternal). Apabila backup database dan skrip program telah dilakukan langkah selanjutnya adalah menyimpan eksternal memory yang digunakan untuk menyimpan hasil backup data ditempat yang aman. Hal ini dilakukan agar jika sewaktu-waktu backup data tersebut diperlukan dapat ditemukan dan digunakan secara cepat. Penutup Pada tulisan di atas telah dijelaskan tentang Senayan,

keunggulan dan kelemahan, persiapan sebelum instalasi, instalasi, operasional serta backup data. Dari tulisan di atas juga dapat diketahui bahwa untuk implementasi Senayan sebagai perangkat lunak otomasi perpustakaan tidak diperlukan dana yang besar. Hanya dengan bermodal satu unit komputer generasi ketiga (Pentium III), perpustakaan dapat memulai mengimplementasikan Senayan sebagai perangkat lunak otomasi perpustakaan. Kehadiran Senayan merupakan peluang bagi perpustakaan di Tanah Air yang tidak ditopang dengan dana yang memadai untuk lebih maju dan menjelma sebagai perpustakaan idaman pengguna perpustakaan. Perpustakaan yang tidak didukung dana yang besar dapat berdiri sejajar dengan perpustakaan yang ditopang dengan dana besar dalam usaha mewujudkan perpustakaan idaman pengguna. Saat ini yang diperlukan adalah tekat pengelola perpustakaan atau pustakawan untuk belajar menggunakan aplikasi berbasis free open source software seperti Senayan. Dengan belajar menggunakan aplikasi berbasis free open source software seperti Senayan maka pengelola perpustakaan akan mampu mengimplementasikan otomasi perpustakaan secara mandiri tanpa bergantung pada orang-orang di luar perpustakaan. Dengan demikian tidak ada lagi alasan perpustakaan tidak mampu melakukan otomasi perpustakaan.

Daftar Pustaka Hakim, Heri Abi Burachman. 2007. Evaluasi Kualitas OpenBiblio Sebagai Perangkat Lunak Otomasi Perpustakaan Berbasis Open source. Dalam Fihris, Volume 2, Nomor 1. Lasa HS. 1998. Kamus Istilah Perpustakaan. Yogyakarta, Kanisius Pendit, Laxman Putu dkk. 2007. Perpustakaan Digital: Perspektif Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia. Yogyakarta, Sagung Seto. Purwoko; Hakim, Heri Abi Burachman dan Surachman, Arif. 2006. “Kajian Awal Aplikasi Open source untuk Otomasi Perpustakaan: Studi Kasus X-igloo, OpenBiblio, Weblis, PhpMyLibrary. Dalam Fihris, Volume 1, Nomor 1. Senayan Developer Community. Manual Senayan Versi Tiga: Berdasarkan Senayan3-Stable 8. Jakarta, Senayan Developer Community. Vimal Kumar V. 2007. “Selection and Management of Open source Software in Libraries”. Dalam http://eprints.relis.org. tanggal 3 Maret 2007, Pukul 10.00 Wahono, Romi Satria. 2006. “Teknologi Informasi untuk Perpustakaan: Perpustakaan Digital dan Sistem Otomasi Perpustakaan”. Dalam http://www.ilmukomputer.com tanggal 27 Februari 2007, Pukul 09.00.

Sumber :

http://www.heri_abi.staff.ugm.ac.id/index.php?option=com_content&task=view&id=33&Itemid=33


Responses

  1. Mas Tarto,

    Akan lebih enak dibaca seandainya artikel ini bisa di edit dengan membagi artikel dalam beberapa paragraph dengan spasi tertentu untuk memisahkan paragraph satu dengan paragraph yang lain.

    Dengan memberi spasi pembatas, mata tidak cepat lelah didalam membaca artikel.

    Salam
    kuncara

  2. benar sekali pak terima kasih sarannya.

  3. bagus… saran klo bisa bikin artikel manfaat internet di dunia perpustakaan.. Q TUNGGU…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: