Oleh: tartojogja | Desember 16, 2009

Klasifikasi Desimal Dewey

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Klasifikasi_Desimal_Dewey

Klasifikasi Desimal Dewey (Dewey Decimal Classification (DDC), juga disebut Sistem Desimal Dewey) adalah sebuah sistem klasifikasi perpustakaan yang diciptakan oleh Melvil Dewey (18511931) pada tahun 1876, dan sejak saat itu telah banyak dimodifikasi dan dikembangkan dalam duapuluh dua kali revisi yang telah terjadi hingga tahun 2004.

Klasifikasi Dewey muncul pada sisi buku-buku koleksi perpustakaan. Klasifikasi dilakukan berdasarkan subjek, kecuali untuk karya umum dan fiksi. Kodenya ditulis atau dicetakkan ke sebuah stiker yang dilekatkan ke sisi buku atau koleksi perpustakaan tersebut. Bentuk kodenya harus lebih dari tiga digit; setelah digit ketiga akan ada sebuah tanda titik sebelum diteruskan angka berikutnya. Baca Lanjutannya…

Oleh: tartojogja | Desember 10, 2009

SMA Negeri 8 Purworejo mewakili lomba perpustakaan

17 11 2009

SMA Negeri 8 Purworejo terpilih untuk mewakili kabupaten Purworejo mengikuti lomba perpustakaan SMA tingkat propinsi Jawa Tengah tahun 2009. Penilaian dilakukan pada hari Selasa, 10 November 2009 oleh tim penilai lomba perpustakaan tingkat propinsi Jawa Tengah.

Kriteria penilaian lomba perpustakaan meliputi kerapian administrasi, kerjasama antara perpustakaan kabupaten dan sekolah serta perkembangan perpustakaan yang terkait. Selain itu, menyangkut kelengkapan buku bacaan dan infrastruktur gedung dan dukungan anggaran dari sekolah.

Sumber : http://sman8purworejo.wordpress.com/2009/11/17/lomba-perpustakaan/

Oleh: tartojogja | Desember 10, 2009

Digital library

Digital library

From IndonesiaDLN

Digital Library Federation di Amerika Serikat memberikan definisi perpustakaan digital sebagai organisasi-organisasi yang menyediakan sumber-sumber, termasuk staff dengan keahlian khusus, untuk menyeleksi, menyusun, menginterpretasi, memberikan akses intelektual, mendistribusikan, melestarikan, dan menjamin keberadaan koleksi karya-karya digital sepanjang waktu sehingga koleksi tersebut dapat digunakan oleh komunitas masyarakat tertentu atau masyarakat terpilih, secara ekonomis dan mudah.

“Digital libraries are organizations that provide the resources, including the specialized staff, to select, structure, offer intellectual access to, interpret, distribute, preserve the integrity of, and ensure the persistence over time of collections of digital woks so that they are readily and economically available for use by a defined community or set of communities.” Baca Lanjutannya…

Oleh: tartojogja | Desember 10, 2009

Pengertian Perpustakaan Digital

  1. Perpustakaan Digital (digital library) adalah perpustakaan yang harus memenuhi atau menyediakan semua jasa yang esensial dari jasa perpustakaan tradisional dan juga harus mengekploitasi kelebihan dan manfaat penyimpanan penelusuran dan komunikasi digital.
  2. Perpustakaan Digital (digital library) adalah suatu perpustakaan yang menyimpan data baik itu buku atau tulisan, gambar, suara, dalam bentuk file elektronik dan mendistribusikannya dengan menggunakan protokol elektronikmelalui jaringan komputer.
  3. ……..

ingin tahu semua  Klik disini

sumber :

http://shofi4.wordpress.com/2008/11/12/definisi-perpustakaan-digital/

Oleh: tartojogja | Desember 10, 2009

Perpustakaan Sudah Tergeser Internet

Surabaya (ANTARA News) – Perpustakaan sebagai tempat mencari informasi ilmiah, kini sudah tergeser dengan adanya internet. “Dulu, pencari informasi ilmiah melakukan pencarian secara manual di perpustakaan,” ujar pustakawan senior STIKOM Surabaya Sri Suhandiah, di Surabaya, Rabu. Baca Lanjutannya…

Oleh: tartojogja | Desember 10, 2009

PERPUSTAKAAN UMUM BANTUL

PERPUSTAKAAN UMUM BANTUL

PERPUSTAKAAN UMUM BANTUL Perpustakaan Bantul memiliki koleksi lebih dari 15.000 buku didukung 4 mobil keliling untuk menjangkau desa-desa terpencil serta mangkal di tempat strategis, berkerjasama dengan Kantor Pengolahan Data Elektronik Pemkab Bantul dan Warintek membuka layanan akses internet gratis bagi masyarakat. Baca Lanjutannya…

Oleh: tartojogja | Oktober 21, 2009

Perpustakaan Al-Quran Digital

Alquran Digital 200Alquran Digital 2009-10-20 15:41:00 Walikota Tangerang Selatan M Shaleh (kiri) didampingi tokoh masyarakat Tangerang Selatan, Zarkasih Noor (kedua dari kanan) dan Pengurus Yayasan Lentera Hati Alwi Shihab (kanan) mengamati aplikasi perpustakaan Al-Quran digital di Pusat Studi Al-Quran, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (20/10). Program perpustakaan Al-Quran secara digital ini merupakan kerjasama Yayasan Paguyuban Ihklas. Perpusatakaan Al-quran digital ini menyediakan berbagai referensi dalam bentuk cetak dan elektronik, serta audio visual. MI/THERESIA AAN MELIANA 9-10-20 15:41:00 Walikota Tangerang Selatan M Shaleh (kiri) didampingi tokoh masyarakat Tangerang Selatan, Zarkasih Noor (kedua dari kanan) dan Pengurus Yayasan Lentera Hati Alwi Shihab (kanan) mengamati aplikasi perpustakaan Al-Quran digital di Pusat Studi Al-Quran, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, Selasa (20/10). Program perpustakaan Al-Quran secara digital ini merupakan kerjasama Yayasan Paguyuban Ihklas. Perpusatakaan Al-quran digital ini menyediakan berbagai referensi dalam bentuk cetak dan elektronik, serta audio visual. MI/THERESIA AAN MELIANA

Baca Lanjutannya…

Oleh: tartojogja | Januari 23, 2009

Memahami Metadata

Oleh Musnanda Satar
Selasa, 02 Januari 2007

Dalam pengelolaan database istilah informasi bukan merupakan istilah baru, metadata telah menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari pengelolaan informasi dan data.

Metadata dapat diartikan sebagai struktur informasi yang menjelaskan, menerangkan, menunjukkan lokasi yang memungkinkan untuk mempermudah memanggil kembali, mengelola sebuah sumber informasi. Secara lebih mudah sering disebutkan sebagai data atau informasi mengenai informasi.

Istilah metadata digunakan secara berbeda oleh institusi atau pengguna yang berbeda, ada yang menekankan pada pengenalan computer/sistem atas data tetapi ada juga yang menekankan pada catatan yang menjelaskan data tersebut. Dalam manajemen perpustakaan metadata secara formal merupakan sebuah skema atau sumber penjelasan yang menggambarkan tipe dari obyek, digital atau non digital.

Katalog perpustakaan tradisional merupakan salah satu bentuk dari metadata.

Ada 3 tipe utama dari metadata, yaitu:

1. Metadata Deskriftif; yang menjelaskan sumber untuk tujuan pencarian dan identifikasi. Biasanya berisi elemen; judul, abstrak, pengarang dan kata kunci.
2. Medatata Struktural: yang mengidentifikasikan bagaimana data terbentuk, misalnya menjelaskan bagaimana bentuk bab.
3. Medata Administratif: menyediakan informasi yang membantu proses manajemen data, misalnya menjelaskan kapan dan bagaimana data terbentuk, serta informasi teknis lain serta bagaimana , mengaksesnya. Ada beberapa tipe dari metadata administratif yang dibagi atas; metadata pengelolaan hak cipta, yang berhubungan dengan hak cipta suatu data; preserve/penyimpanan metadata, yang lebih menekankan pada system pengarsipan untuk memastikan data tersimpan dengan baik.

Metadata dapat digunakan untuk menjelaskan berbagai jenis data, mulai dari data tekstual, gambar, atau laporan yang memuat keduanya. Metadata dapat juga dimasukkan langsung dalam data, misalnya dokumen html, metadata yang ada sudah menempel langsung didalam data html. Hal ini menjelaskan bahwa metadata bisa tersimpan secara bersamaan dengan data/informasi yang dijelaskan atau bisa juga terpisah. Biasanya metadata disimpan secara tepisah dengan datanya, metadata yang dibangun ini berhubungan langsung dengan data yang dibuat dan setiap perubahan dalam data harus juga diupdate dalam metadatanya.

Apa yang bisa dilakukan dengan metadata?

Ada banyak yang bisa dilakukan dengan metadata, metadata dibangun sesuai dengan tujuannya. Tujuan umum pembangunan metadata adalah untuk memberikan penjelasan yang memungkinkan proses mencarian data bisa dilakukan. Sebagai tambahannya adalah memungkinkan data bisa diorganisir, interpretasi serta memungkinkan integrasi. Fungsi utama metadata antara lain;

1. Membantu Pencarian Data.
Dengan cara;
* Memungkinkan data bisa ditemukan sesuai dengan criteria yang diinginkan;
* Mengidentifikasi sumber data;
* Mengumpulkan data yang sama;
* Membedakan data dengan sumber/informasi yang berbeda;
* Memberikan informasi lokasi data disimpan.
2. Mengatur Sumberdata Elektronik
Sejalan dengan semakin besarnya jumlah data, semakin banyak data dalam suatu system informasi yang dibangun, maka diperlukan suatu system yang mampu mengatur data tersebut. Misalnya perkembangan dalam dunia internet, semakin banyak data html yang dibuat, harus dibarengi dengan bentuk pengelolaan data, sehingga data data diolah secara lebih cepat, efesion, dikelompokkan sesuai dengan kategori yang dibuat.
3. Interoperability/Multi Sistem Operasi
Dalam pengelolaan data lebih sering dilakukan bukan hanya satu jenis data dengan system yang berbeda operasi-nya. Pembangunan metadata dengan menggunakan protocol yang sama memungkinkan dilakukan manajemen data dari system yang berbeda. Salah satu bentuk protocol yang sering digunakan adalah protokal Z39.50 yang merupakan protocol lintas system operasi.
4. Identifikasi Secara Digital
Kebanyakan skema metadata menggunakan standar angka yang sifatnya unik untuk tujuan identifikasi. Lokasi dari suatu data dapat juga dibuat dalam suatu system penamaan, misalnya system URL (Uniform Resource Locator) merupakan suatu system penentuan lokasi yang mengacu pada data tertentu. Perubahan alamat data bisa membuat system pendataan invalid. Penentuan system penamaan, standarisasi memungkinkan obyek data dapat ditelusuri.
5. Arsip dan Perawatan
Seringkali disebutikan bahwa data digital merupakan data yang ‘rentan’, bisa saja rusak, korup, atau terhapus. Perubahan system data, peralihan dari satu system operasi dapat membuat data rusak. Metadata menjadi kunci dalam system penyimpanan data, dengan mengetahui informasi mengenai suatu data, maka dapat dilakukan proses pengelompokan data, penyimpanan serta pemanggilan kembali data secara teratur.

* Musnanda Satar, Praktisi GIS

http://www.geografiana.com/makalah/teknologi/memahami-metadata

Oleh: tartojogja | Januari 18, 2009

Tipe Senayan Aksesoris

1. Menambah Item di OPAC
Pada default senayan, item yang muncul di OPAC (bukan di detail) adalah gambar, judul, dan pengarang. Terkadang kita ingin langsung mengetahui item yang lainnya tanpa harus mengklik Detail. Misal ingin mengetahui Call Number. Oleh karena itu kita mesti harus menyertakan Call Number pada daftar di OPAC ini.

Caranya sebagai berikut:
Buka file biblio_list.inc.php yang ada di /lib/biblio_list.inc.php

pada baris (sekitar) 178. Anda akan menemukan:

b.biblio_id,
b.title, b.image
FROM biblio AS b
$_add_sql_str
ORDER BY b.last_update DESC LIMIT $_offset, “.$this->num2show;?>

Tambahkan call number sehingga menjadi:

$_sql_str = “SELECT DISTINCT SQL_CALC_FOUND_ROWS
b.biblio_id, b.call_number,
b.title, b.image
FROM biblio AS b
$_add_sql_str
ORDER BY b.last_update DESC LIMIT $_offset, “.$this->num2show;

call_number merupakan nama field pada tabel biblio pada database Senayan.

Langkah berikutnya:
pada baris 216, tambahkan baris sebagai berikut:

$_biblio_d['call_number'] = ‘Call Number: ‘.$_biblio_d['call_number'];

Terakhir adalah menampilkan Call Number. hal ini dapat dilakukan dengan mengedit dan menambahkan variabel call_number pada baris ke 241:

$_buffer .= ‘

‘.$_biblio_d['title'].’
‘.$_biblio_d['call_number'] . “.– ” . $_biblio_d['id_temp'];

selesai.

2. Menambah Item pada isian data bibliografi
Pertama: Buat field baru di tabel biblio. Misal Field Tambahan dengan nama field_tambah dengan tipe varchar

Kedua: buka file index.php di /admin/module/bibliografi/index.php
cari tulisan // edit mode messagge, kemudian diatasnya tambahkan kode sebagai berikut:

$form->addTextField(’text’, ‘field_tambah’, ‘Field tambahan’, $rec_d['field_tambah'], ’style=”width: 40%;”‘);

Ketiga: cari baris // create sql op object
diatasnya tambahkan baris sebagai berikut:

$data['file_tambah'] = trim($dbs->escape_string(strip_tags($_POST['file_tambah'])));

Untuk menampilkan dalam detail OPAC, dapat dilakukan dengan mengedit file detail_index_template.html, kemudian menambahkan variabel field_tambah pada daftar yang ada.

3. Menambah jumlah tahun aktif.
Pada Stable5 dan 6, jika kita melihat pada menu tambah anggota dan tambah hari libur, tahun aktif adalah tahun sekarang+1. Jadi jika sekarang 2009, maka kita hanya dapat mengeset keanggotaan sampai pada 2010, dan hari libur sampai dengan 2010.

Padahal, misal di SMU, keanggotaan dapat berlaku sampai dengan 3 tahun. Nah untuk mengubahkan silakan buka file simbio_form_element.inc.php yang ada pada \simbio2\simbio_GUI\form_maker.

cari baris sebagai berikut:

$_curr_year = $_curr_year+1;

Nah, ubahlah angka 1 dengan tahun aktif yang anda inginkan. Misl 10, maka tahun aktif yang ada adalah (jika sekarang 2009) sampai dengan 2019.

selamat mencoba.

semoga bermanfaat.

Sumber : http://purwoko.staff.ugm.ac.id/web/

Oleh: tartojogja | Januari 8, 2009

ASPEK-ASPEK BIAYA DALAM JASA INFORMASI

Tri Margono
Peneliti Bidang Perpustakaan, Dokumentasi dan Informasi Iptek – LIPI
Sumber : http://puslit2.petra.ac.id/ejournal/index.php/aku/article/viewArticle/15670

Nilai informasi sangat tergantung dari isi, cara perolehan, dan manfaatnya bagi pengguna dalam mendukung aktivitas yang sedang dilakukan. Hal tersebut menunjukkan bahwa nilai informasi baru dapat ditentukan kemudian setelah informasi itu diperoleh. Langkah awal yang harus ditempuh untuk melakukan analisis biaya adalah dengan mengidentifikasi dan mengklasifikasi biaya yang dimaksud. Klasifikasi lebih didasarkan pada biaya total dari keseluruhan aktivitas jasa, yang terdiri atas biaya langsung, biaya tidak langsung, dan biaya tambahan. Baca Lanjutannya…

Oleh: tartojogja | Januari 6, 2009

Evaluasi CD-Rom sebagai media penelusuran informasi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kemajuan luar biasa dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan mengakibatkan berlimpahnya informasi di dunia ini, sehingga informasi yang ada pada saat ini tidak mungkin akan tertampung satu perpustakaan atau pusat dokumentasi dan informasi manapun. Masalah yang timbul bagaimanakah menyimpan informasi yang ada, kemudian bagaimana menemukannya kembali secara cepat dan tepat.

Baca Lanjutannya…

Oleh : Harmawan **

PENDAHULUAN

Kecenderungan menggunakan teks secara elektronik terus meningkat dari hari ke hari. Merujuk pengalaman di berbagai perpustakaan (terutama negara-negara maju) menunjukkan bahwa mayoritas pengguna perpustakaan lebih senang menggunakan “electronic format” dari pada teks secara konvensional,(printed materials) khususnya untuk koleksi jurnal (SWEETLAND, 2002 ). Kecenderungan ini tentunya akan merubah model manajemen yang dikembangkan di perpustakaan yaitu dari sistem konvensional menuju ke sistem yang lebih modern.

Baca Lanjutannya…

Oleh: tartojogja | November 10, 2008

Software Openbiblio Versi Indonesia

Saudara Arif Surachman telah memodifikasi Openbiblio 6.0 dengan mengubah bahasa pengantarnya menjadi bahasa Indonesia. Berikut ini beberapa penambahan saya berkaitan dengan modifikasi yang mas Arif lakukan.
Penambahan yang saya lakukan adalah:

1. Mengubah Tag MARC yang tadinya masih berbahasa Inggris
2. Mengubah format desimal uang, yang sebelumnya masih berformat dollar amerika.
3. Mengubah $ menjadi Rp.
4. Memodifikasi file installan .sql menjadi bahasa indonesia, sehingga kode sumber ini dapat langsung diinstall dan otomatis berbahasa Indonesia (termasuk Rp., desimal, dan Tag isian MARC nya)

silakan download di sini

Semoga bermanfaat, dan mohon tanggapannya )
salam

Catatan: Postingan ini sekaligus sebagai pelengkap postingan sebelumnya

Sumber : http://purwoko.staff.ugm.ac.id/web/

Oleh: tartojogja | Oktober 29, 2008

Membangun Koleksi Digital

Pendahuluan

Perkembangan perpustakaan tidak pernah lepas dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Hal ini dikarenakan perpustakaan sangat berkaitan erat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi. Ketiganya saling mendukung satu dengan lainnya, perpustakaan memberikan kontribusi terhadap ilmu pengetahuan melalui penyimpan berbagai informasi dan sejarah perkembangan ilmu pengetahuan, sedangkan teknologi informasi memberikan dukungan pada kemudahan akses dan sistem informasi dalam sebuah perpustakaan. Seiring dengan perkembangan ketiganya, sekarang ini dikenal adanya perpustakaan digital atau ‘digital library’ yang mampu menciptakan wadah yang lebih luas lagi bagi hubungan ketiga hal tersebut di atas. Salah satu hal yang saat ini sangat diperhatikan oleh perpustakaan, terutama perpustakaan perguruan tinggi dalam hubungannya dengan perpustakaan digital adalah pengembangan koleksi digital. Makalah ini mencoba sedikit memberikan gambaran kepada semua mengenai bagaimana membangun koleksi digital sebagai bagian dari proses pengembangan perpustakaan digital. Baca Lanjutannya…

Oleh: tartojogja | Oktober 29, 2008

Sistem Otomasi Perpustakaan

Oleh : Harmawan

PENDAHULUAN

Sistem Otomasi Perpustakaan atau Library Automation System adalah software yang beroperasi berdasarkan pangkalan data untuk mengotomasikan kegiatan perpustakaan. Pada umumnya software yang digunakan untuk otomasi perpustakaan menggunakan model “relational database”. Database atau pangkalan data merupakan kumpulan dari suatu data. Dalam perpustakaan paling tidak ada dua pangkalan data yaitu data buku dan data pemustaka. Disebut “relational database” karena dua pangkalan data tersebut akan saling dikaitkan apabila terjadi transaksi, misalnya, pada saat terjadi proses peminjaman dan pengembalian buku. Kebanyakan sistem otomasi perpustakaan memisahkan fungsi software kedalam program tersendiri disebut modul. Baca Lanjutannya…

Tulisan Sebelumnya »

Kategori